Tampilkan postingan dengan label 30 Hari Menulis Surat Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 30 Hari Menulis Surat Cinta. Tampilkan semua postingan

2.3.14

Dia


Hari ke-30 dalam #30HariMenulisSuratCinta

Saat ada yang bertanya: apa bekal yang kamu persiapkan untuk mencapai kesuksesan? Maka dengan tegas kujawab: Ibu. Kenapa? Karena 90% bekal untuk sukses ada pada sosok lembut nan penyayang itu. Lalu 10% sisanya baru usaha sendiri.

Meninggalkanmu, berarti meninggalkan kehidupan, Bu. Aku tak akan melakukannya. Karena siapa yang akan aku mintai saran ketika masalah menghampiriku. Siapa yang akan memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan yang ada di kepalaku. Bahkan Agustinus Wibowo pun pernah berkata dalam bukunya yang berjudul Titik Nol: semua jawaban tentang kehidupan dalam perjalan kita, ada pada sosok yang justru tidak pernah kemana-mana.

Meninggalkanmu, berarti meninggalkan kehidupan, Bu. Aku tak akan melakukannya.

1.3.14

Actualy, I Miss You


Hari ke-29 dalam #30HariMenulisSuratCinta

23 Mei, harusnya menjadi hari dimana setiap tahunnya kucium punggung tanganmu, lalau kau akan mencium keningku seraya mengusap rambut berantakanku. Karena hari itu adalah hari ulang tahunmu.

23 Mei, harusnya menjadi hari dimana do’a-do’a baik untukmu kupanjatkan pada Sang Illahi. Karena hari itu adalah hari ulang tahunmu.

23 Mei, harusnya menjadi hari dimana Ibu, aku, dan kedua saudaraku berkumpul dan membuat perayaan kecil, kecil saja, untuk bersyukur, sampai saat itu kita masih diberi kebersamaan. Karena hari itu adalah hari ulang tahunmu.

Tapi sekarang, kita tidak perlu menunggu tanggal itu datang, tidak perlu setahun sekali mendoakanmu. Karena setiap saat, do’a-do’a baik untukmu, kami titipkan pada sepasang malaikat dirumah untuk dibawa pada Tuhannya, Allah. Seperti saat ini, aku mendoakanmu lewat surat pendek.

Jagoan kecilmu yang dulu sering pup dicelana ini sekarang sudah besar, sudah setinggi kamu dulu. Mungkin sekarang aku yang akan menang jika kau mengajak berantem-beranteman, tidak seperti dulu, aku selalu kalah. Masih berani? Haha.

Aku sedang membayangkan bagaimana reaksimu saat membaca surat ini, pasti senyum tersungging dari bibir kecoklatanmu, pasti kamu membacanya sambil berdiri di depan jendela seperti dulu yang sering kamu lakukan. Lalu melipat surat ini untuk disimpan di bawah bantal tidur surgamu, dan akan kamu baca lagi esok.

Inti dari surat ini, kami ingin menyampaikan: tidak ada air mata sedih untukmu.

27.2.14

Sabar, oke?


Hari ke-27 dalam #30HariMenulisSuratCinta
Untuk R

Akhir-akhir ini emosimu sangat stabil di emosi marah, kamu sedang gampang-gampangnya marah, kurasakan betul saat di rumah. Ada apa?

Apa karena satu hal yang belum kamu peroleh setelah lulus S2? Atau ada hal lain? Tapi apapun itu, semoga tidak membuatmu menjadi orang yang gampang marah. Karena sejatinya kamu tidak seperti itu.

Hari ini aku lelah, sangat lelah. Kemarin diajak main futsal sama teman, dua jam. Bayangkan dua jam futsal dengan hanya sebelas orang, sehingga hanya ada satu pergantian saja selama dua jam itu, sekarang kakiku nut-nutan.

Jadi, kuakhiri saja surat ini. Tapi intinya, ada yang aneh dengan kamu sekarang. Dan kami tidak tahu penyebabnya, tapi kami bisa menebak. Namun, semoga tebakan kami salah.


26.2.14

Kamu Pasti Bisa


Hari ke-26 dalam #30HariMenulisSuratCinta
Untuk @nadyaa_kiky

Setelah jauh Februari berjalan, sampai juga di tiga hari terakhir. Itu pertanda kalau program #30HariMenulisSuratCinta akan berakhir. Karena aku orangnya baik, surat ini aku buat untuk adikku tercinta, namannya Nadya Risky Ahmada, panggilannya Kiki atau Nadya, tapi aku lebih senang mamanggilnya kriteng. Sesuai dengan rambutnya yang mirip Limbad.

Nok, sebentar lagi Maret, dan tidak lama lagi April. Di April itu ada momen paling besar buat anak SMP seperti kamu, ujian. Sudah sampai mana persiapanmu? Jangan mencontoh persiapan yang dilakukan kakakmu dulu, itu menyesatkan. Jangan ditiru.

Jika dulu kakakmu menangis karena masuk SMA yang tidak diinginkan, maka kamu harus tersenyum karena masuk SMA yang kamu inginkan.


Do your best as long as you can! Dan bisanya kamu itu jauh sekali. Intinya, Faight, Faith, Free, and F(P)ray. Oke, yang pray terlalu memaksa. Selamat belajar, selamat sukses.

25.2.14

Nama Kita Mirip


Hari ke-25 dalam #30HariMenulisSuratCinta
Untuk @farikhahima

Hai Farikha, nama kita mirip, kamu Farikha aku Fakhri. Nama yang huruf depannya F itu keren, kan? Iya, kan? Iya? F for Fight, Faith, and Free. Aku setuju sekali dengan bio-mu di twitter. Fight berarti bertarung, faith berarti iman, kalau aku boleh mengartikan―untuk meraih impian, kita harus bertarung atau memperjuangkannya, tapi jangan lupakan iman. Dan tetap merasa free, bebas, jangan sampai terbebani oleh impian itu sendiri.

Sebelum menulis surat ini, aku melihat time line-mu, dan kutemukan kamu berbahasa jawa. Kamu orang Jawa? Dimana? Aku selalu suka dengan orang Jawa yang tak malu berbahasa jawa. Lalu kudapati juga, kamu tidak penuh mengikuti #30HariMenulisSuratCinta, kenapa?

Ah, belum kenal saja aku sudah bertanya ini itu, ma’af, ya? Ini hanya surat singkat yang kusampaikan padamu, terimalah.

24.2.14

Surat untuk Istriku Nanti


Hari ke-24 dalam #30HariMenulisSuratCinta

Aku tidak akan menolak jika diberi pasangan ynag cantik. Cantik yang seperti apa? Aku rasa cantik yang tanpa bedak menutup wajahnya, wanita yang tidak membutuhkan waktu lama berdandan. Dan tidak perlu keluar uang banyak untuk perawatan, serta tidak perlu melihat tutorial hijab apalah itu namanya untuk tahu cara berhijab modern. Tetapi Wanita yang bangga berhijab sesuai ajaran agama. Dan yang paham; cantik dalam kesederhanaan adalah cantik yang sesungguhnya. Seperti itulah, cantik menurutku.

Sudah sejauh mana perjalananmu untuk sampai di aku? Sudah setengah perjalanan kah? Atau masih jauh dari kata dekat? Jika masih jauh, jangan terburu-buru untuk cepat sampai. Karena segala sesuatu yang tergesa-gesa itu tidak baik, pun dengan hasilnya, pasti tidak maksimal. Jadi, santailah, nikmati perjalanan singkat itu sebelum menempuh perjalanan panjang bersamaku nanti.

Disela waktu sibukku, yaitu waktu kosong, sering sekali kubayangkan seperti apa indahmu kelak. Seperti apa kerudungmu terlihat, atau bagaimana jari-jemarimu bereaksi ketika kugenggam. Bahkan sempat kubayangkan, akan memejam atau tidak matamu ketika aku mencium keningmu dengan nafasku yang tidak segar setelah pulang kerja.

Untuk istriku, nanti.. .

Kamu pasti tahu aku pecinta kopi, tapi lambungku tidak menyukainya. Sebagai ganti, teh sangat nikmat untuk dinikmati─pagi atau sore hari. Dan kamu pasti juga tahu, aku sangat menyukai senja. Seperti kata penyair idolaku, Joko Pinurbo: “Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: ingin sampai rumah saat senja, supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.” Indah sekali, bukan? Dan saat itu tiba, aku tidak lagi berdua dengan senja, tapi bertiga dengan kamu, berempat dengan buku, dan berlima dengan anak-anak kita.

Jagalah hatimu dengan baik, karena aku pun begitu.

Dari yang sudah semakin penasaran terhadapmu, suamimu kelak.

23.2.14

Surat untuk Dastan dari Destia


Hari ke-23 dalam #30HariMenulisSuratCinta

“Teruntuk Dastan adik kandungku yang kusayang…

Dastan, belajar yang rajin, ya, jangan sampai dikeluarkan dari kelas lagi.
Kamu ingat tidak, Das, waktu kemarin kakak masuk ke got? Itu kakak sedang berdoa supaya nanti ada waktu yang tepat untuk memberi tahumu kalau kita saudara.
Kakak tahu kalau kita saudara dari Ibu Sofiah, kepala panti asuhan Cinta Negri. Kita saudara, Das, dulu ada sepasang suami istri yang menitipkan kita disana. Saat usiamu dua tahun, kamu diadopsi nenek, hanya selisih satu minggu kakak diadopsi oleh tetangga nenek.
Kamu tahu rasayna dipanggil "kakak" oleh adiknya sendiri?
Panggil aku kakak, Das.

Kendal, 14 September 2001

Destia Rahmawati.”


Surat cinta dari Destia untuk Dastan dalam cerpen saya yang berjudul “Suara Itu”.

22.2.14

Bosan


Hari ke-22 dalam #30HariMenulisSuratCinta

Sedari pagi, aku sudah memikirkan kata demi kata untuk kusampaikan padamu. Berjam-jam dihadapan layar, bosan, tapi tetap tidak ketemu kalimat yang pas selain kalimat itu. Kalimat yang sebenarnya tidak kuharapkan ada, tapi nyatanya kalimat itulah yang muncul.


Aku sudah bosan merindukanmu… .


Ma’af, membuatmu kecewa. Atau kamu malah senang dengan kalimat itu? yang aku tahu, kamu memang tidak pernah memeriksa rindu ini. Kamu lebih memilih menyuruh malaikat untuk hadir ditidurku sebagai sosok yang menyerupai kamu, bahkan persis.


Kamu tahu, matamu sangat romantis untuk diingat?

Kamu tahu, bibirku masih mengecap legit keningmu?

Ah, kali ini aku yang berlebihan.

20.2.14

Tuan JokPin (Joko Pinurbo)


Hari ke-20 dalam #30HariMenulisSuratCinta

kopi masih hangat sore ini, tuan
kepulnya menyeruak masuk ke dalam rongga dada
aromanya merbak ke dingin udara yang bisa menggigilkan tubuh
aku tetap percaya, ada kopi di dalam sebuah nama, namamu

*
Di mataku telah lahir mata kopi.
Di waktu kecil aku pernah diberi Ibu cium rasa kopi.
Apakah puting susu juga mengandung kopi?
Kopi: nama yang tertera pada sebuah nama. Namaku.
*

tapi, tuan
ijinkan anak muda ini bertanya
manis atau pahit kah kopimu itu?

*bait bergaris miring, adalah puisi “Surat Kopi” karya Joko Pinurbo


19.2.14

Kamu dan Aku


Untuk U

Hari ke-19 dalam #30HariMenulisSuratCinta

Kamu dan aku, pernah sama-sama mencintai. Tapi kamu dan aku tidak pernah menyatu, karena berbeda yang dicintai.

Diawal bulan Februari, aku menceritakan padamu kalau aku mengikuti progam #30HariMenulisSuratCinta, kuceritakan apa dan bagaimana progam itu. Lalu kamu bilang; bikin surat buat aku, dong. Yang bagus, ya. Sebenarnya, hari itu juga sudah kubuat surat untukmu, namun belum berani aku mengirimnya, jadi aku kirim sekarang, ma’af.

Dulu, ada kejadian yang sangat memalukan waktu kita kelas 2 SMA. Ada teman yang ngomong padaku, kalu kamu suka sama aku. Tapi sebagai cewek, kamu malu untuk ngomong lebih dulu. Dan bodohnya aku, percaya begitu saja pada si kampret itu. Dia menyuruhku untuk menghubungimu. Kamu pasti tahu siapa dia, dia anak ips, kalu ngucap salam suaranya mirip banget almarhum ustadz Zainudin M. Z.

Kemudian, dengan PDnya, malam harinya langsung kutanyakan hal itu pada kamu lewat sms. Jelas saja jawabanmu tidak seperti omomngan si kampret tadi. Dan kamu tahu, dia tetep ngotot kalau dia tidak bohong setelah kuceritakan apa jawabanmu. Ah, kalau dia orangnya tidak menyenangkan, sudah aku serang pake jurus I heart you cenat cenut. Sekarang kamu sudah tahu kan kenapa dulu aku begitu? Jadi jangan mikir kalau aku sok cakep, walau aku memang cakep.

Oke, masuk ke pembicaraan serius. Setahun kemudian, kita satu kelas. Perasaanku antara malu dan pura-pura nggak kenal. Tapi nggak tahu bagaimana, di kelas tiga itu kita juga hampir jadi.. .ah belumlah. Aku saja yang lagi-lagi ke PDan.

Kamu jangan ketawa saat baca surat ini, karena ini bukan surat lucu. Oke? Yang terakhir, karena kita sama-sama di Semarang, nggak ada salahnya kalau kapan-kapan bertemu, kan? 

18.2.14

Kak Gembrit, Ma’af


Hari ke-18 dalam #30HariMenulisSuratCinta

Kak, kemarin aku nggak bisa ngirim surat cinta di hari ke-17, ada acara ke Jogja.  Jam tiga pagi aja aku kudu mandi dan berangkat jam empat dari Semarang. Niat awal mau bikin surat sore harinya, rencananya kan jam lima sore sudah sampai kos lagi. Etapi malah jam sembilan malam aja masih istirahat di alun-alun Magelang, dan jam sebelas baru nyampe kos, capek banget, kak.

Sebagai bentuk permintaan ma’af, bagaimana kalau kakak aku ajak jalan-jalan naik Toyota Agya? Tahu kan mobil baru dari Toyota itu? Itu mobil ketje banget, kak. Ramah lingkungan dan hemat bahan bakar, 1 liter aja bisa buat jalan sejauh 20 km. Terus, leg room-nya atau ruang spasi untuk kaki lebih luas dari mobil-mobil lainnya. Selain itu, system keamanannya SRS airbag, pasti kakak nggak tahu. Makanya ayo mau diajak jalan-jalan, nanti tak kasih tahu apa itu SRS airbag.

Bentar deh, kak. Aku cowok, kakak juga cowok. Cowok ngajak cowok kencan itu normal, nggak? Terus, cowok yang mau diajak kencan sama cowok itu.. .ah sudahlah.

Intinya gini, kak. Sebagai permintaan ma’af karena kemarin aku nggk bikin surat cinta. Aku mau ngajak kakak jalan-jalan naik Toyota Agya, mobil baru yang keren itu, yang ketje gila itu, oke.

16.2.14

Satu Waktu Satu Ruang Untuk Kenangan


Hari ke-16 dalam #30HariMenulisSuratCinta

Hai Nona, apa kau sudah siap untuk pertemuan nanti, pertemuan pertama kalinya dalam dua tahun ini? Aku bingun mau mengenakan pakaian apa, celana apa, kaos kah atau kemeja kah. Aku bingung. Sebingung rindu ini yang telah lama tak kau periksa.

Akan sangat menyenangkan kita berada dalam satu waktu satu ruang untuk membicarakan kita yang dulu, lalu membandingkannya dengan kita yang sekarang. Bukan begitu? Huh, degupku cukup cepat. Kancing kemejaku mau copot dibuatnya. Apa kau juga bagitu?

Apa kau juga sudah menyiapkan pakaian? Jangan terlalu rame, ya, aku tidak begitu suka. Asalkan kamu datang dan kita bicara lama-lama saja itu sudah sangat cukup menyenangkan.

Satu waktu satu ruang untuk membicarakan kita yang dulu, lalu membandingkannya dengan kita yang sekarang. Terima kasih Nona, telah sudi meluangkan waktu untuk kita. Hal apa yang nanti akan kamu ceritakan? Kalau aku akan bercerita tentang, aku yang.. .ah sudahlah. Selamat bertemu, ya. Seperti biasa, jangan terlambat.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ah, seandainya kita benar-benar akan bertemu, maka pesan diatas sudah aku sampaikan langsung padamu lewat alat sambung.

Seandainya aku berani dan kamu mau, atau kamu berani dan aku mau diajak bertemu. Pesan diatas juga sudah aku kirim untukmu. Tapi nyatanya, kita tidak akan benar-benar bertemu.


Semoga Tuhan menghapus kata ‘seandainya’ pada dua paragraf sebelum ini. Semoga Tuhan menghapusnya lewat kamu. Kita benar-benar akan bertemu. Aku berani dan kamu mau, atau kamu berani dan aku mau diajak bertemu. Itu pasti.

15.2.14

2014


Hari ke-15 dalam #30HariMenulisSuratCinta
Untuk tahun 2014

Wahai tahun 2014, kami rindu, sungguh sangat rindu akan sosok pemimpin yang jujur, adil, amanah, dan mencontoh kepemimpinan Rasul. Kami rindu, mendengar cerita pemimpin yang rela menggendong sendiri sekarung beras untuk diberikan pada rakyatnya yang kelaparan.

Wahai tahun 2014, sebentar lagi pemilu akan dilakukan. Akan ada pemimpin baru yang kamu lahirkan, yang akan menggantikan pemimpin lama. Beri kami pemimpin yang tidak hanya mendekat saat ada mau dan tekad, dan menjauh saat itu sudah didapat. Kami sudah sangat bosan akan pemimpin seperti itu.

Wahai tahun 2014, kami rindu pemimpin seumpama Abu Bakar. Ketika sahabat-sahabat lain menyedekahkan sebagian harta, Abu Bakar menyedekahkan semua hartanya.

Jangan pelit melahirkan pemimpin shaleh lagi hebat. Sungguh kami rela, jika kau tak perlu melahirkan penari, penyanyi, penghibur, dan semacamnya untuk mengganti kelahiran pemimpin seperti itu.

Jangan pelit melahirkan perempuan-perempuan berpengaruh seumpama Khadijah dan Aisyah. Sungguh kami rela, jika kau tak perlu melahirkan wanita-wanita pecinta korupsi untuk menggantikan kelahiran satuuu saja wanita seumpama mereka.


Wahai tahun 2014, kami rindu pemimpin shaleh lagi hebat, dan wanita yang agung dan anggun dimata Tuhan kami.

13.2.14

Untuk Aku Yang Gemukan



Hari ke-13 dalam #30HariMenulisSuratCinta
Untuk aku yang sekarang

Hei, apa yang kamu makan? Sehingga bobot tubuhmu bertambah. Jangan katakan kamu makan nasi goreng setiap malam? Tapi, ah, memang itu kenyataannya. Kamu, berarti juga aku, terlalu menyukai nasi goreng. Makanan sederhana yang rasanya tak pernah sesederhana pembuatannya yang singkat.


Kurangi sedikit beratmu itu, agar terlihat lebih tampan wajahmu. Lihatlah kamu (ah, lagi-lagi juga aku) yang dulu. Tampan sekali, bukan?


















Lima sampai sepuluh kilo gram lemakmu berkurang, tak bisa kubayangkan tampan wajahmu itu terlihat. Ayolah, jangan suka ngemil banyak-banyak. Kurangi makan makanan berminyak. Lihat lagi fotomu itu, masih kurang yakin? Oke, lihat lagi yang ini.





Bagaimana? Ha? Masih tidak mau mengurangi berat badan? Baiklah, satu lagi, ini sangat special, foto paling keren.



Waduh sorry, bukan fotomu. Itu Zarry Hendrik. Ma’af ma’af, tapi kalau kamu mau mengurangi berat badan, pasti kamu akan telihat lebih jreeng. Seperti Zarry Hendrik, oke?

12.2.14

Kita Mencintai Orang yang Sama


Hari ke-12 dalam #30HariMenulisSuratCinta
Untuk Mrs. I

“I have to admit that you are really special for me, there are many student at school, but you are the only one to be my special student. I don’t know why, and I can’t explain my feeling. I just wanna give you more attention.”

Surat ini untuk kamu yang memberiku kalimat diatas. Semoga rasamu sekarang tetap seperti itu.  Aku membuat puisi singkat untukmu:

Malam ini, aku akan tidur dengan jendela terbuka

Agar rindu kita mengelana dan bertemu di ruang semesta

11.2.14

Bingung Memberi Judul


Hari ke-11 dalam #30MenulisSuratCinta
Untuk mbak yang tadi saya foto diam diam

Hari ini, tema surat cinta dari @PosCinta  aneh banget, semua peserta disuruh mengirim surat untuk orang asing di foto yang diambil sendiri oleh penulis. Ada kerja ganda buat para peserta, pertama mencari orang asing untuk di foto, kedua membuat surat cinta untuk orang asing itu.

Dan tadi aku pura pura mau membeli makan, padahal aku sedang mengambil fotomu, mbak. Ma’af sekali. Aku bingung mau memoto siapa, nah, kebetulan pas aku bingung, kamu lewat. Yaudah, aku ambil saja gambamu. Tapi tenang, nomor motormu sudah kuhapus, jadi tidak ada informasi lain selain wajahmu saja. Keren kan aku? Tepuk tangan, dong haha.

Kamu berkerudung, berarti kamu sayang sama Tuhanmu. Saranku sih, pakai terus kerudung indahmu itu, biar Tuhan juga sayang sama kamu.

Ma'af sekali



Sudah, ya? Aku bingung mau nulis apa lagi, terima kasih sudah bersedia di foto diam diam dan mengijinkanku memposting foto itu di blog. Piis, ya mbak.

Berkumpulah, berkumpulah

Hari itu, hari setelah penantian panjang bertahun-tahun untuk memiliki anak, turun perintah langit untuk Ib. Ia disuruh membawa istri dan a...