2.2.14

Terima Kasih Bakteri Petrichor


Hari ke-2 dalam #30HariMenulisSuratCinta
Untuk bakteri petrichor.

Aku sangat menyukaimu, aroma setelah hujan. Aku bisa mencumbumu dengan sangat frontal. Tapi aku yakin, tidak hanya aku saja yang menyukaimu, banyak sekali. Hampir semua teman yang kehujanan bersamaku, mereka selalu bilang: “Aku menyukai aroma setelah hujan.” Ya, kamu misterius yang sangat baik, keberadaanmu tidak banyak yang tahu, namun kamu menyenangkan.

Terima kasih bakteri petrichor, karena kamu aku bisa menghirup udara dalam-dalam sembari memejamkan mata dan melebarkan bibir. Aku bisa sejenak melupakan urusan dunia yang belit, melupakan manusia yang teramat palsu.

Terima kasih bakteri petrichor, karena kamu aku bisa mengingat semua detail yang kulakukan dulu semasa kecil. Kamu seperti kabel penghubung yang memiliki efektifitas 90%, sehingga hampir semua memori itu teringat. Karenamu, aku bisa duduk diberanda sampai petang dengan segelas kopi yang menemani. Lalu pikiranku kembali ke masa dulu, masa dimana aku tidak malu berlari-larian keluar masuk rumah tanpa celana.

Saat aku menulis surat ini pun, hari sedang hujan, deras sekali. Dan aku tahu, sebentar lagi aromamu akan kuhirupi, semoga kamu berkenan. Teria kasih, ya, petrichor. Tetap seperti ini, jangan berubah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkumpulah, berkumpulah

Hari itu, hari setelah penantian panjang bertahun-tahun untuk memiliki anak, turun perintah langit untuk Ib. Ia disuruh membawa istri dan a...