4.2.14

Sadgenic

Hari ke-4 dalam #30HariMenulisSuratCinta
Untuk Rahne Putri

Halo kak rahne, apa kabar?

Dalam surat ini, sengaja kuberi judul sadgenic, yang mana itu adalah judul bukumu, karena ketika nanti ada yang membaca, mereka akan langsung tahu surat ini untukmu. Kak, kau unik seunik namamu, kau lentik selentik sajakmu, dan kau menarik semenarik hidupmu. Ingat kan kalimat barusan? Pasti ingat, itu kalimat yang ditulis bang zarry, teman katamu. Kalian berdua memang pecinta kata yang saling melengkapi.

Jangan tanya aku tahu dari mana, karena jawabannya hampir sama dengan jawaban followersmu, kak. Tapi ijinkan aku yang bertanya, kenapa orang tua kakak menamai anaknya Rahne Putri? Apa artinya? Bang zarry memang benar, itu nama yang sangat unik. Sebelum tahu kak rahne, hanya ada satu nama yang menurutku unik, Luna Mentari Pagi. Dia tetanggaku, kak, perempuan juga. Bagaimana namanya, unik kan?

Dalam surat ini, ingin kusampaikan kekagumanku pada setiap kata yang kakak rangkai menjadi kalimat. Bahkan kalimat yang tidak lebih dari 140 karakter dalam twitter, termasuk yang ini, “Aku ingin berkenalan dengan masa lalumu dan menemani masa depanmu. Sekarang, dibangku masing-masing, biarlah mata saling menjabat, hati merambat.” Kalimat itu seperti menjelaskan bahwa kita boleh perduli terhadap masa lalu seseorang, namun jangan mempermasalahkannya sama sekali.


Aku tidak akan membuat surat ini panjang dan tidak enak lagi dibaca. Jadi, kuakhiri saja. Jangan lupa menutup telepon penyeluruh, agar bisa hidup dan memulai hari lagi.

1 komentar:

Berkumpulah, berkumpulah

Hari itu, hari setelah penantian panjang bertahun-tahun untuk memiliki anak, turun perintah langit untuk Ib. Ia disuruh membawa istri dan a...