6.2.14

Kenapa



Hari ke-6 dalam #30HariMenulisSuratCinta
Untuk S

Aku benci saat kamu bertanya, bagaimana jika kamu mencoba memikirkannya daripada bertanya padaku. Aku ingin kamu memikirkannya, lalu beri tahu aku. Aku ingin kamu yang menjelasakan dan aku mendengarkan, bukan aku yang menjelasakan tapi kamu mengabaikan. Aku ingin kamu yang memberi tahu dan aku mencoba mengerti, bukan aku yang memberi tahumu tapi kamu tidak menanggapinya. Aku hidup, aku hidup dan mampu merasakan sakit, perih, bahagia, tawa, dan bahkan hambar. Camkan itu!

Aku tahu ini salah, mungkin lebih salah dari yang aku kira. Lalu kenapa kamu tidak mengatakannya? Kenapa kamu lebih suka menuntut daripada menceritakannya padaku? Kenapa kamu lebih suka meminta pengertian daripada mencarinya? Kenapa kamu lebih suka aku yang bukan aku daripada aku yang apa adanya aku?

Aku tahu ini salah, lalau kenapa kita bertahan? Aku tahu kamu benci aku dalam rasa sukamu, sama seperti aku yang terlalu suka kamu dalam rasa benciku.

Keberitahu, jika kamu tidak mengatakannya, maka kamu harus siap menerima resiko terabaikan. Karena aku bukan pribadi yang perduli terhadap sesuatu yang menurutmu harus kupedulikan.

Kamu tahu, kan? Kamu pun pernah mengatakannya, aku akan tega menyakiti jika aku disakiti terlabih dahulu. Sayangnya, kamu adalah orang yang dekat denganku.

Kenapa kamu menggantungkan rasamu pada orang yang salah?  Kenapa kamu memberikan rasamu pada orang yang tak seharusnya? Pikirkan “kenapa” jangan tanyakan “kenapa”. Aku butuh pribadi yang perduli dengan masa lalu dan kehidupanku, tetapin tidak mempermasalahkannya sama sekali.


Jika ini salah, tolong akhiri saja. Tapi ingat, aku suka kamu dari sisi yang mungkin tidak bisa disukai orang lain. Kamu yang menunjukkan siapa kamu. Kamu yang akan bilang apa yang kamu rasa, bukan yang kamu mau. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkumpulah, berkumpulah

Hari itu, hari setelah penantian panjang bertahun-tahun untuk memiliki anak, turun perintah langit untuk Ib. Ia disuruh membawa istri dan a...