24.2.14

Surat untuk Istriku Nanti


Hari ke-24 dalam #30HariMenulisSuratCinta

Aku tidak akan menolak jika diberi pasangan ynag cantik. Cantik yang seperti apa? Aku rasa cantik yang tanpa bedak menutup wajahnya, wanita yang tidak membutuhkan waktu lama berdandan. Dan tidak perlu keluar uang banyak untuk perawatan, serta tidak perlu melihat tutorial hijab apalah itu namanya untuk tahu cara berhijab modern. Tetapi Wanita yang bangga berhijab sesuai ajaran agama. Dan yang paham; cantik dalam kesederhanaan adalah cantik yang sesungguhnya. Seperti itulah, cantik menurutku.

Sudah sejauh mana perjalananmu untuk sampai di aku? Sudah setengah perjalanan kah? Atau masih jauh dari kata dekat? Jika masih jauh, jangan terburu-buru untuk cepat sampai. Karena segala sesuatu yang tergesa-gesa itu tidak baik, pun dengan hasilnya, pasti tidak maksimal. Jadi, santailah, nikmati perjalanan singkat itu sebelum menempuh perjalanan panjang bersamaku nanti.

Disela waktu sibukku, yaitu waktu kosong, sering sekali kubayangkan seperti apa indahmu kelak. Seperti apa kerudungmu terlihat, atau bagaimana jari-jemarimu bereaksi ketika kugenggam. Bahkan sempat kubayangkan, akan memejam atau tidak matamu ketika aku mencium keningmu dengan nafasku yang tidak segar setelah pulang kerja.

Untuk istriku, nanti.. .

Kamu pasti tahu aku pecinta kopi, tapi lambungku tidak menyukainya. Sebagai ganti, teh sangat nikmat untuk dinikmati─pagi atau sore hari. Dan kamu pasti juga tahu, aku sangat menyukai senja. Seperti kata penyair idolaku, Joko Pinurbo: “Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: ingin sampai rumah saat senja, supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.” Indah sekali, bukan? Dan saat itu tiba, aku tidak lagi berdua dengan senja, tapi bertiga dengan kamu, berempat dengan buku, dan berlima dengan anak-anak kita.

Jagalah hatimu dengan baik, karena aku pun begitu.

Dari yang sudah semakin penasaran terhadapmu, suamimu kelak.

3 komentar:

  1. Sepuluh hari sebelum tanggal kakak menulis surat ini, aku juga menulis surat serupa, loh, kak. Ngerasa amazing aja bisa nemuin surat semacam ini di blog lain. :D

    Anyway, salam kenal dari sesama pengikut #30HariMenulisSuratCinta. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang bener? Kalau kamu ngerasa amazing, berarti aku double amazing, nih. :D
      Siap meluncur ke blogmu.

      Badeway, salam kenal juga :)

      Hapus
  2. "Jagalah hatimu dengan baik, karena akupun begitu!!!!"


    BalasHapus

Berkumpulah, berkumpulah

Hari itu, hari setelah penantian panjang bertahun-tahun untuk memiliki anak, turun perintah langit untuk Ib. Ia disuruh membawa istri dan a...