10.2.14

Kenapa Menutup Diri


Hari ke-10 dalam #30MenulisSuratCinta
Untuk yang dulu cantik

Aku harus mengakui, aku senang ketika berada didekatmu. Dan selalu ingin begitu, selelu ingin setiap saat ada kamu. Aku senang ketika berpapasan didepan kelas dengan kamu, melebihi rasa senangnya main futsal. Kamu memang sering membuatku senang dengan segala hal yang kamu lakukan, meskipun sebenarnya hal itu bukan untukku.

Tapi aku masih bertanya-tanya, apakah semua sms yang kamu kirim itu memang benar ingin kamu kirim, atau sekadar hal retoris saja, atau aku yang terlalu senang menerima smsmu.

Kamu tahu? Aku ilfeel ketika pertama melihatmu, terlihat jelas kamu bukan perempuan yang aku sukai. Tapi ditahun berikutnya, ketika ada wadah untuk kita sering bertemu dan saling berbicara, aku kalah dengan kedua benda bulat diwajahmu. Mereka sangat menyenangkan untuk dilihat, dan sangat mendamaikan ketika kembali diingat.

Sekarang aku mulai membencimu. Iya, kamu yang menutp diri. Apa benar itu kemauanmu? Apa benar semua akun social mediamu di non-aktifkan kamu sendiri? Apa benar, untuk sekadar membagi nomor telpon baru, kamu tidak mau? Apa benar itu semua kemauanmu? Atau jangan-jangan pacar barumu yang melarang? Oh iya, pacar baru ya. Kemarin ada teman yang ngomong kalau kamu sudah punya pacar, mungkin itu penyebabnya, kamu menutup diri.

Sekarang aku membencimu. Kamu sering hadir ditidurku, aku benci itu. Hal yang sama sekali tidak kuinginkan, tolong jangan sering lakukan walau ada rasa suka dihatiku ketika itu terjadi.

Sstt bentar, apa kamu bertaman dengan malaikat dan menyuruhnya hadir ditidurku sebagai sosok yang menyerupai kamu? Tolong jawab? Jangan sampai menyuruh malaikat itu terlalu sering, bahaya, dia bisa jatuh hati padaku, pesonaku tidak mungkin kuat dia tahan. Jangan suruh dia lagi, tolong.

Tiga lagi, aku benci kamu yang sok keren dimata teman-teman. Berhentilah merasa paling cantik, walau sebenarnya kamu memang cantik. Mengakui kamu cantik, aku benci melakukannya. 

Dua lagi, siapakah kekasih barumu itu? Lebih tampan dari aku? Lebih jago main futsal? Berani-beraninya melarangmu untuk semua hal. Oh, mungkin dia terlalu bangga menjadi kekasihmu, atau mungkin terlalu takut kalau-kalau kamu berpaling, sehingga itulah yang dapat dilakukun. Kesimpulanya, dia banyak kekurangan.

Satu lagi, bilang pada kekasihmu. Berhentilah bertindak seperti orang idiot. Atau perlihatkan chat-chat obrolan kita dulu padanya, biar dia tahu, masih banyak cowok yang lebih keren yang pernah dekat denganmu.


Yang terakhir, tanya pada dirimu sendiri. Kenapa menutup diri? Apa enaknya? Ayolah maju, buka diri untuk semua orang yang mau berteman. Cepatlah lepas dari ikatan bersama orang bodoh!

1 komentar:

Berkumpulah, berkumpulah

Hari itu, hari setelah penantian panjang bertahun-tahun untuk memiliki anak, turun perintah langit untuk Ib. Ia disuruh membawa istri dan a...