Hari
ke-10 dalam #30MenulisSuratCinta
Untuk
yang dulu cantik
Aku harus mengakui, aku senang ketika berada didekatmu. Dan selalu
ingin begitu, selelu ingin setiap saat ada kamu. Aku senang ketika berpapasan
didepan kelas dengan kamu, melebihi rasa senangnya main futsal. Kamu memang
sering membuatku senang dengan segala hal yang kamu lakukan, meskipun sebenarnya
hal itu bukan untukku.
Tapi aku masih bertanya-tanya, apakah semua sms yang kamu kirim itu
memang benar ingin kamu kirim, atau sekadar hal retoris saja, atau aku yang
terlalu senang menerima smsmu.
Kamu tahu? Aku ilfeel ketika pertama melihatmu, terlihat jelas kamu
bukan perempuan yang aku sukai. Tapi ditahun berikutnya, ketika ada wadah untuk
kita sering bertemu dan saling berbicara, aku kalah dengan kedua benda bulat
diwajahmu. Mereka sangat menyenangkan untuk dilihat, dan sangat mendamaikan
ketika kembali diingat.
Sekarang aku mulai membencimu. Iya, kamu yang menutp diri. Apa
benar itu kemauanmu? Apa benar semua akun social mediamu di non-aktifkan kamu
sendiri? Apa benar, untuk sekadar membagi nomor telpon baru, kamu tidak mau?
Apa benar itu semua kemauanmu? Atau jangan-jangan pacar barumu yang melarang?
Oh iya, pacar baru ya. Kemarin ada teman yang ngomong kalau kamu sudah punya
pacar, mungkin itu penyebabnya, kamu menutup diri.
Sekarang aku membencimu. Kamu sering hadir ditidurku, aku benci
itu. Hal yang sama sekali tidak kuinginkan, tolong jangan sering lakukan walau ada
rasa suka dihatiku ketika itu terjadi.
Sstt bentar, apa kamu bertaman dengan malaikat dan menyuruhnya
hadir ditidurku sebagai sosok yang menyerupai kamu? Tolong jawab? Jangan sampai
menyuruh malaikat itu terlalu sering, bahaya, dia bisa jatuh hati padaku, pesonaku
tidak mungkin kuat dia tahan. Jangan suruh dia lagi, tolong.
Tiga lagi, aku benci kamu yang sok keren dimata teman-teman.
Berhentilah merasa paling cantik, walau sebenarnya kamu memang cantik. Mengakui
kamu cantik, aku benci melakukannya.
Dua lagi, siapakah kekasih barumu itu? Lebih tampan dari aku? Lebih
jago main futsal? Berani-beraninya melarangmu untuk semua hal. Oh, mungkin dia
terlalu bangga menjadi kekasihmu, atau mungkin terlalu takut kalau-kalau kamu
berpaling, sehingga itulah yang dapat dilakukun. Kesimpulanya, dia banyak
kekurangan.
Satu lagi, bilang pada kekasihmu. Berhentilah bertindak seperti
orang idiot. Atau perlihatkan chat-chat obrolan kita dulu padanya, biar dia
tahu, masih banyak cowok yang lebih keren yang pernah dekat denganmu.
Yang terakhir, tanya pada dirimu sendiri. Kenapa menutup diri? Apa
enaknya? Ayolah maju, buka diri untuk semua orang yang mau berteman. Cepatlah
lepas dari ikatan bersama orang bodoh!
waw... ini nyuruh putus, nih? :p
BalasHapus